Sahabat cantik, kemarin kita sudah membahas tentang Ciri-ciri krim pemutih yang berbahaya untuk kulit. Nah sekarang kita akan membahas bagaimana sih cara memilih krim pemutih yang baik dan menyehatkan. Karena indonesia memiliki iklim tropis membuat sebagian besar penduduknya memilikki warna kulit sawo matang. Sebwnarnya memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi, karena ini sudah memang hal yang wajar adanya. Tetapi kebanyakan perempuan indonesia menginginkan kulit putih yang berseri.
Hal inilah yang menyebabkan bermunculannya krim-krim pemutih kulit yang bebas dijual di pasaran. Yang perlu diperhatikan adalah campur tangan orang-orang tidak bertanggung jawab yang hanya mencari kesempatan peluang ini dengan menjual krim-krim pemutih yang bisa membahayakan kulit.
Mengenal lebih jauh tentang Krim Pemutih
Hidroquinon dan steroid merupakan zat yang digunakan oleh dokter untuk mengobati pasien dengan masalah melasma (flek) dan iritasi kulit. Efek whitening dari kedua bahan ini yang sering disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menjual krim berbahan Hidroquinon dan steroid secara bebas. Yang perlu dikethaui adalah seorang dokterpun tidak akan sembarangan meracik krim dengan bahan-bahan tersebut.
Sebelum memberikan krim dokter biasanya dokter akan memeriksa kondisi kulit si pasien, hubungan alergi dan riwayat kesehatan. Kemudian dokter akan membuatkan resep dan menyesuaikan jumlah persen kandungan bahan-bahan krim tersebut dengan yang dibutuhkan oleh pasien.
Selanjutnya bahan-bahan tersebut akan diracik oleh apoteker. Semua proses akan dilakukan atas resep dokter, sehingga dokter bisa menyarankan mengenai cara penggunaan dan durasi waktu pemakaian.
Sehingga, sahabat cantik perlu waspada dengan kehadiran krim-krim pemutih yang bisa dibeli bebas tanpa anjuran dokter.
Secara logika, kadar kebutuhan kulit tentu berbeda untuk masing-masing individu, sehingga tidak bisa disamaratakan. Oleh karena itu sebelum menggunakan krim pemutih, sangat penting untuk pasien untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau konsultan kecantikan untuk mengetahui kebutuhan kulit.
Kebanyak krimbyang dijual di pasaran tidak memikirkan seberapa persen kandungan bahan-bahan tersebut. Tidak jarang krim tersebut mengandung bahan-bahan dengan persentasi yang tinggi dan beresiko membahayakan kulit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar